September 5, 2020 Oleh Dewi Sartika Off

Manfaat Anak Tekuni E-Sport dan Pentingnya Peran Orang Tua

Bermain Game memang memunculkan imej buruk di mata orang tua, mereka menganggap kebiasaan tersebut hanya buang-buang waktu dan berdampak buruk pada sang anak. Padahal, game yang kini dikenal dengan istilah E-Sport juga bisa menghadirkan manfaat yang bagus.

Selama beberapa tahun terakhir ini, kompetisi E-Sports memang banyak diganderungi orang-orang dari berbagai kalangan, anak-anak sampai dewasa.

Tapi memang, anggapan kebanyakan orang tua sekarang mengenai game sudah salah kaprah. Mereka selalu menganggap game bisa membawa dampak buruk bagi anak, padahal tidak demikian.

Seperti yang dikatakan oleh Seorang Psikolog Klinis, Ghea Amalia Arphand, bahwa di tengah-tengah pandemi seperti sekarang ini, Game bisa mempertemukan anak-anak secara online Virtual.

“Misalnya di masa pandemi ini sulit bertemu langsung, bisa berteman, bersosialiasi secara virtual di dalam permainan tersebut, mabar,” ujarnya dalam konferensi pers virtual.

GAME BISA MUNCULKAN JIWA KEPEMIMPINAN DAN KOOPERATIF

Selain itu, disebutkan Ghea bahwa game juga memunculkan jiwa kepemimpinan dan kerja sama yang bagus di kalangan anak-anak. Tapi tentu saja mereka harus bermain game yang menuntut bekerja sama dengan pengguna lainnya.

“Dalam game dibiasakan kita mau mengambil keputusan seperti apa dan gamer harus mengambil keputusan dengan cepat apalagi kalau dia leader. Ada penyelesaian masalah juga. Jadi jika sesuai dengan porsinya, esports akan bermanfaat,” ujarnya.

Memang, ada beberapa game yang menuntut penggunanya untuk bekerja sama dengan user atau pengguna lain. Contohnya PUBG Mobile, Mobile Legend, Free Fire dan masih banyak lagi. Bahkan, game-game tersebut juga dilombakan dengan format sebagai tim eSport.

PERANAN ORANG TUA SANGAT PENTING

Untuk itu, Ghea pun meminta para orang tua agar tidak langsung melarang begitu melihat anaknya bermain game. Pasalnya, tidak semua game bisa membawa dampak negatif, disinilah peran penting dari orang tua.

“Orang tua punya peran penting untuk menerapkan aturan. Harus tahu apa yang dimainkan anak, bagaimana agar dia mengontrol diri sudah berapa lama main game-nya, tahu kapan waktunya istirahat, sekolah, dan lain-lain,” ujarnya.