Juli 8, 2020 Oleh admin Off

Kisah Tencent, Konglomerat Industri Game dari China

Saat bebicara mengenai perusahaan konglomerat dalam industri game, ada satu nama yang tidak boleh dilupakan yaitu Tencent. Tencent mempunyai perusahaan induk bernama Tencent Holdings Ltd. yang berdiri sejak tahun 1998 dan berfokus pada industri hiburan dan teknologi.

CEO Tencent Holdings Ltd., Ma Huateng, mempunyai beragam bisnis yang sudah diakui oleh dunia. Salah satunya adalah Tencent Games yang berada dibawah naungan Tencent Interactive Entertainment. Tencent Games berdiri pada tahun 2003 dan berperan besar terhadap perkembangan industri game di dunia.

Sejak didirikan, Tencent Games mengembangkan game internalnya menggunakan empat studio miliknya yaitu TiMi Studio Group, Lightspeed & Quantum Studio Group, Morefun Studio Group, dan Aurora Studio Group. Awalnya game-game yang dikembangkan hanya dipasarkan secara eksklusif di China.

Game pertama Tencent adalah QQ Tang yang dirilis pada tahun 2004 dan disusul berbagai macam variasi game QQ dengan genre yang beragam dan unik.

Setelah berkiprah cukup lama di industri game, nama Tencent kemudian menjadi perhatian masyarakat global ketika tahun 2015 mereka merilis game MOBA pertamanya, Honor of Kings. Versi global HOK kemudian dirilis secara global dengan nama Arena of Valor. Game tersebut membuat rekor sebagai game terpopuler di dunia berdasarkan jumlah pendapatan dan downloadnya.

Tidak berhenti sampai disitu, game-game besar seperti League of Legends dan Call of Duty Series mereka kembangkan dan memasarkannya di China.

Tahun 2019 Call of Duty versi Mobile dikembangkan oleh TiMi Studios dan berhasil dirilis pada 1 Oktober 2019. Dalam waktu singkat COD Mobile didownload puluhan juta kali dan mendapatkan revenue 2 juta USD.

Selain itu Tencent juga ikut berperan mengembangkan PUBG Mobile versi China dan Global. PUBG Mobile berhasil menduduki puncak sebagai game mobile dengan revenue tertinggi pada angka 232 juta penjualan di bulan Maret 2020. Sedangkan Honor of Kings berada di posisi kedua dengan revenue 112 juta USD.

Kabar terbarunya, Tencent bekerja sama dengan franchise game Pokemon untuk membuat Pokemon Unite. Game ini rencananya akan dirilis untuk platform smartphone dan Nintendo Switch, serta didukung fitur cross play.

Buat Platform Video Game Menyaingi Steam

Tencent semakin melebarkan sayap bisnisnya dengan menghadirkan Tencent Gaming Platform (TGP). Game-game seperti Monster Hunter, PUBG, League of Legends, NFS, NBA 2K, hingga FIFA Online 3 mengisi platform tersebut.

Masuk tahun 2017, TGP berubah menjadi WeGame, sebuah ekosistem gaming dengan cakupan yang lebih luas seperti download, pembelian, layanan komunitas , hingga live streaming. Bahkan jumlah user yang aktif menggunakan WeGame mencapai 200 juta orang dan mengalahkan Steam (125 juta) serta memperoleh 4,5 milyar download.

WeGame menawarkan bantuan bagi developer yang ingin menerjemahkan game buatannya ke bahasa China. Platform yang bisa diakses secara global sejak tahun 2017 tersebut juga memberi dukungan kepada perusahaan game skala kecil dan indie yang ingin game mereka dipublikasikan pada platform WeGame.

Kalian setuju gak kalau perkembangannya yang pesat membuatnya layak bersanding dengan Steam?

Taklukan Dunia Dengan Investasi

Tencent merupakan perusahaan konglomerat yang aktif menanamkan modalnya pada developer dan publiser internasional. Tidak hanya membeli saham-saham kecil, tetapi juga mendapatkan kontrol penuh. Strategi itulah yang membuat Tencent menjadi salah satu perusahaan gaming terbesar di dunia.

Sekitar 18 perusahaan game di luar China menjadi tempat Tencent menanamkan modal dan sahamnya. Berikut daftarnya:

  • Riot Games, developer League of Legends, LoL Wild Rift, dan Legends of Runeterra (100%)
  • Funcom, Norwegia (100%)
  • Sharkmob, Swedia (100%)
  • Grinding Gear Games, Selandia Baru (80%)
  • Supercell, pengembang Clash of Clans dan Clash Royale (84%)
  • Epic Games, Amerika Serikat, Pengembang Fortnite (40%)
  • Marvelous, Jepang (20%)
  • Netmarble, Korea Selatan (17,66%)
  • Glu Mobile, Amerika Serikat (15%)
  • Kakao, Korea Selatan, publisher Kakao Games (13,54%)
  • Frontier Developments, UK (9%)
  • Activision Blizzard, perusahaan induk Activision, Blizzard, dan King (5%)
  • Paradox Interactive, Swedia (5%)
  • Ubisoft, Perancis (5%)
  • Miniclip, Swiss
  • PlatinumGames, Jepang
  • Yager Development, Jerman

Banyak juga ya, menurut kamu Tencent bakal menanam modalnya dimana lagi ya?

Masuk Live Stream, Saingi Twitch?

Belum puas bermain di industri gaming, Tencent mulai merambah sektor live streaming. Melalui anak perusahaannya, Tencent Video, beberapa platform live streaming berada dibawah naungannya. Sebut saja bilibili, Huya Live, Kuaishou, dan DouYu.

Tencent kemudian memperkenalkan sebuah live streaming service bernama Trovo Live untuk pengguna secara global. Sekilas platform ini hampir mirip dengan Twitch milik Amazon, yang juga memberi layanan stream game dan esports.

Bahkan belum lama ini Tencent membeli layanan Video-on-Demand dari Malaysia, iflix. Langkah ini adalah strategi Tencent untuk memperluas platform streamingnya, WeTV, ke Asia Tenggara.

Melihat gebrakan-gebrakan Tencent diatas memang cocok jika konglomerat industri game dari China tersebut disebut dominator dunia gaming. Dan kemungkinan masih banyak lagi proyek yang akan digarap oleh Tencent. Inovasi apa lagi ya yang akan di lakukan Tencent pada industri game?

Bagaimana pendapat kamu? Apakah kamu takjub dengan sepak terjang Tencent diatas?