Juni 25, 2020 Oleh admin Off

Alasan Kenapa Esports Harus Masuk Olimpiade

Beberapa waktu yang lalu ada sebuah artikel yang membahas tentang Games eSports Tidak akan Masuk Olimpiade di Masa Depan dan akhirnya menimbulkan beragam komentar yang isinya pro-kontra mengenai hal tersebut. Maka dari itu mari kita coba telaah apakah memang video games tidak bisa masuk ke Olimpiade atau hanya belum saatnya saja.

Memang tidak sedikit orang yang menganggap video games dan olahraga fisik berbeda karena menggunakan piranti digital. Selain itu ada juga yang beranggapan video games sebaiknya dibuatkan Olimpiade sendiri. Namun mari kita bahas mengapa video games layak dipertandingkan di Olimpiade.

  1. Perkembangan Jumlah Penonton Secara Global

Perkembangan esports di dunia tidak boleh dianggap remeh. Sejak tahun 2010 perkembangan pasar esports mencapai lebih dari 900% hingga tahun 2020 ini dan kemungkinan masih akan naik lagi. Palagi jika kita melihat penggemar esports yang rata-rata adalah anak muda dari yang mengikutinya sejak awal maupun yang pindah dari olahraga tradisional. Adalah hal yang masuk akal jika kemudian video games dipertandingkan di level Olimpiade.

Bahkan turnamen-turnamen esports internasional selalu ramai ditonton bak secara langsung maupun streaming. Belum lagi munculnya komunitas-komunitas video games yang membuat kancah esports semakin ramai. Hal ini membuat esports bida menjadi alat untuk mendongkrak popularitas Olimpiade.

  • Di Kategorikan Sebagai Olahraga

Cukup banyak kalangan yang berpendapat bahwa esports dapat dikategorikan sebagai olahraga. Apalagi menurut salah satu instruktur esports, TED, dalam konferensinya menyebutkan minat generasi sekarang kepada olahraga tradisional sudah menurut akibat perkembangan teknologi terutama komputer dan smartphone. Akhirnya mereka akan mencari alternatif lain sebagai hiburan bertema olahraga dengan memanfaatkan teknologi disekitarnya. Inilah yang membuat beberapa kalangan mengkategorikan esports sebagai olahraga.

Kesempatan ini bisa dipakai untuk menarik minat generasi sekarang agar menonton Olimpiade. Disamping itu tidak ada salahnya menambahkan esports sebagai cabang baru di Olipiade.

  • Era Baru Olimpiade

Olimpiade merupakan salah satu turnamen olahraga internasional paling tua yang sampai saat ini masih dilaksanakan. Selama bertahun-tahun terdapat beberapa perubahan karena tuntutan zaman. Jika sebelumnya Olimpiade diidentikkan dengan atletik dan olehraga tradisional lainnya, sekitar tahun 90’an sampai 2000-an Skateboarding dan Freestyle BMX ikut dipertandingkan karena kepopulerannya pada masa itu.

Nah, esports juga bisa disesuaikan agar masuk ke Olimpiade dan membawa kompetis terbesar di jagat itu menuju era baru. Tentu hal tersebut tidak bisa terjadi begitu saja, namun tidak ada salahnya berkoordinasi dengan developer game esports dan perusahaan gaming lainnya. Melihat bagaimana nilai-nilai Olimpiade sampai saat ini dibawa kelihatannya cukup memungkinkan jika video games dimasukkan sebagai salah satu cabang olahraganya.

  • Memperluas Perkembangan Esports

Tidak sedkit juga pihak-pihak yang mengatakan bahwa sebaiknya esports dibuatkan Olimpiade sendiri. Cukup masuk akal jika melihat banyaknya turnamen esports berskala internasional yang ada dari bermacam-macam judul video games. Namun tentunya ada keuntungannya sendiri jika mengikutsertakannya ke dalam Olimpiade yang sudah ada.

Ornag-orang yang memandang video games sebagai hiburan semata mungkin akan memahami jika esports bukan hanya sebatas itu. Dan tidak mustahil esports akan menggantikan olahraga-olahraga tradisional yang sudah ada. Apalagi tidak sedikit masyarakat yang mulai beralih dari TV ke platform online melalui smartphonenya.

  • Memperkenalkan Pola Hidup Sehat Ala Gamer

Sejak dulu gamer selalu identik dengan pola hidup yang tidak sehat. Mulai dari gaya hidup, makan tidak teratur dan bergizi, sampai pola tidurnya. Tetapi jika kamu melihat atlet esports tentu akan sangat berbeda karena mereka juga diajarkan disiplin serta pola hidup sehat layaknya atlet pada olahraga tradisional.

Wall Street Journal bahkan menulis tentang ketatnya latihan yang harus dijalani atlet esports. Seperti atlet pada umumnya, mereka juga dituntut agar selalu tampil dalam kondisi prima dengan jadwal latihan yang teratur. Tentunya pola hidup atlet esports tersebut dapat dikenalkan kepada gamer diseluruh dunia.

  • Bela Negara

Saat ini mayoritas turnamen esports hanya berfokus pada pertandingan tim-tim swasta. Namun Asian Games 2018 bisa menjadi contoh bagaimana rasanya membawa nama negara sebagai tim esports.  Kondisi ini jugalah yang nantinya dapat dirasakan oleh para atlet esports jika Olimpiade akan memfasilitasi mereka.

Perasaan berbeda dan motivasi lebih tentu akan mereka rasakan karena merasa terhormat dapat membela negaranya masing-masing. Belum lagi perasaan dan gengsi kalau berhasil memenangkan pertandingkan apalagi sampai juara. Dukungan yang diberikan oleh negara juga bisa dipertimbangkan agar memicu anak muda lainnya untuk mengikuti jejak para atlet esports tersebut.

  • Mengajak Negara Lain Untuk Ikut Serta

Meskipun perkembangannya sangat pesat dalam 10 tahun terakhir, masih ada negara-negara yang tidak memiliki fokus untuk mengembangkan potensi esportsnya. Mereka butuh alasan kenapa harus mengembangkan esports.

Masuknya esports ke Olimpiade dapat menjadi alasan bagi negara-negara tersebut untuk mengembangkan potensi esportnya sehingga tidak ketinggalan dari negara lain.

  • Menyatukan Banyak Instansi dan Perusahaan

Masalah utama dari esports adalah banyaknya judul game yang saat ini dilombakan di level internasional. Masalah ini yang membuatnya belum mempunyai aturan yang sesuai dengan Olimpiade. Namun jika Komite Olimpiade Internasional (IOC) mau berkumpul dengan developer game, brand-brand gaming, serta pihak terkait lainnya dan mau membuat regulasi yang jelas mengenai esports tentu akan menjadi kabar baik bagi kancah esports.

Apabila kolaborasi semacam itu dilakukan tentu dapat memunculkan kesepakatan agar video games bisa masuk sebagai salah satu cabang Olimpiade. Entah itu regulasi mengenai game-game tertentu saja yang bisa masuk sesuai syarat dan aturan Olimpiade atau dibuatkannya kompetisi tersendiri sebagai cabang Oimpiade. Ada banyak kemungkinan yang bisa diambil jika kolaborasi seperti itu benar-benar dilakukan.

Perlu diingat bahwa apa yang saya sebutkan diatas hanyalah pendapat pribadi jika melihat seperti apa kabar esports saat ini dan bagaimana kalau dimasukkan ke dalam Olimpiade. Saya juga percaya perkembangan esports yang profesional dan kompetitif dapat diterima oleh lebih banyak kalangan. Tidak ada salahnya jika esports dibuatkan semacam Olimpiade tersendiri, namun apakah akan berdampak lebih besar dari masuknya esports ke Olimpiade yang sudah ada. Bagaimana menurut kamu???